Apa itu Goal Alignment?

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Goal Alignment?
Berbagai macam permasalahan atau rintangan pasti akan terjadi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh tim manajemen perusahaan adalah tidak adanya keselarasan antara target (goal) perusahaan terhadap target (goal) setiap departemen dan juga individu. Tidak adanya keselarasan ini mengakibatkan tidak jelasnya gol-target (goal) di berbagai macam departemen dan individu. Lalu masalahnya akan berlanjut ke hal lain seperti kinerja yang tidak efektif.

Masalah lain yang sering terjadi adalah para karyawan yang tidak mengetahui visi dan misi perusahaan. Di saat karyawan tidak mengetahui apakah mereka memberikan efek positif terhadap perusahaan, ini akan mengakibatkan berkurangnya employee engagement atau interaksi antar karyawan karena mereka tidak mengerti peran mereka dan hal apa yang mereka kontribusikan terhadap perusahaan secara menyeluruh. Lalu apa solusinya? Solusinya adalah dengan menerapkan konsep goal alignment atau penyelarasan tujuan di dalam perusahaan.

Apa itu konsep goal alignment atau penyelarasan tujuan?  Konsep penyelarasan tujuan adalah menghubungkan target (goal) perusahaan dengan target (goal) karyawan. Seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan yang sudah mulai mengerti betapa pentingnya konsep ini. Dengan menerapkan konsep penyelarasan tujuan, perusahaan bisa melihat kontribusi karyawan terhadap target (goal) perusahaan. Di samping itu, karyawan juga mengetahui kontribusi dan peran mereka di dalam perusahaan. Penerapan konsep penyelarasan tujuan yang baik dan matang akan meningkatkan peluang perusahaan dalam mencapai tujuan. Semua orang di dalam perusahaan, dari direktur utama hingga karyawan individu, akan terus bergerak menuju tujuan yang sama.

Berikut adalah tahapan-tahapan yang bisa membantu perusahaan untuk menyusun konsep penyelarasan tujuan:

 

1. Pembuatan target (goal) perusahaan.

Tahapan pertama ini idealnya dilakukan di awal tahun oleh jajaran direktur atau tim manajemen puncak. Gol perusahaan secara garis besar ini dibuat berdasarkan perencanaan strategis perusahaan yang nantinya akan menjadi paduan perusahaan untuk mencapai targetnya.

2. Penyelarasan target (goal).

Setelah tahap pertama selesai, perusahaan bisa melanjutkan ke proses alignment itu sendiri, di mana target (goal) perusahaan dihubungkan dengan target (goal) departemen lalu juga dengan target (goal) karyawan individu. Di dalam tahapan ini, atasan akan melakukan pertemuan dengan manajemen tingkat menengah dan manajemen lini pertama untuk mendiskusikan dan membuat target (goal) yang akan mendukung target (goal) perusahaan secara menyeluruh.

Di saat semua target (goal) sudah ditetapkan di tingkat perusahaan dan departemen, para manajer dapat mulai menurunkan gol-target (goal) tersebut ke tim dan karyawan individu di bawah pengawasan mereka. Proses menurunkan target (goal) hingga level karyawan individu akan memberikan efek positif kepada setiap karyawan karena mereka akan mengetahui peran dan kontribusi mereka terhadap perusahaan.

3. Pengaturan target (goal) karyawan

Selain memberitahu karyawan atas gol-golnya, para manajer juga harus mencari tahu bagaimana semua target (goal) tersebut didukung dengan kegiatan sehari-sehari yang dikerjakan oleh tim dan karyawan. Ini adalah bagian dari penetapan target (goal) karyawan individu, yang merupakan kolaborasi antara manajer dan timnya.

4. Mengelola target (goal) dan kinerja

Tahapan ini penting karena pembuatan dan penetapan target (goal) saja tidak cukup jika gol-target (goal) tersebut tidak dikelola dan dipantau. Kinerja karyawan itu sendiri berhubungan dengan pencapaian golnya. Agar efektif, komponen-komponen kinerja sebaiknya diukur dalam kuantitas daripada kualitas karena target (goal) dalam kualitas kurang bisa diukur secara obyektif.

Karyawan harus dengan rajin memperbarui proses kinerjanya dan manajer juga harus secara rutin memantau kinerja karyawan. Penilaian dan masukan dari manajer yang berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting untuk kesuksesan program manajemen kinerja.

 

Seluruh proses manajemen kinerja ini berfungsi sebagai dasar pengembangan profesional dan pribadi karyawan. Proses ini akan membantu manajemen dan karyawan untuk mengetahui training atau pembelajaran apa yang dibutuhkan karyawan. Ini juga akan membantu perusahaan dalam hal perencanaan tenaga kerja dan employee engagement yang nantinya akan berdampak positif terhadap kesejahteraan perusahaan secara menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN
id_IDID en_USEN