Mempertahankan Manajemen Kinerja (Performance Management)

Mempertahankan Manajemen Kinerja (Performance Management)

 

Sebuah perusahaan atau organisasi perlu terus tumbuh dan berinovasi mengikuti berjalannya waktu. Salah satu faktor penting dalam hal ini adalah tenaga kerja di dalam perusahaan itu sendiri. Tentunya perusahaan ingin memastikan bahwa karyawan-karyawannya selalu memiliki motivasi tinggi dalam bekerja. Dan yang memiliki pengaruh besar terhadap motivasi kinerja karyawan adalah manajer.

Seorang manajer harus secara aktif terlibat dalam kesuksesan dan pengembangan karir karyawannya. Para karyawan juga harus merasa bahwa kinerjanya diakui dan dihargai oleh manajernya. Tetapi ternyata banyak karyawan yang tidak mengetahui apa yang diharapkan dari mereka di tempat kerja. Dan banyak juga karyawan yang jarang mendapatkan masukan yang membantu mereka menjadi lebih baik dari manajer. Lalu apa solusinya? Solusinya adalah dengan menerapkan manajemen kinerja berkelanjutan.

Mengapa manajemen kinerja harus bersifat berkelanjutan? Karena memberi motivasi terhadap karyawan tidak dilakukan sekali saja, tetapi perlu dilakukan terus-menerus. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi akan jauh lebih produktif dibandingkan karyawan yang tidak bermotivasi tinggi.

 

Ada beberapa cara untuk mulai mengaplikasikan manajemen kinerja:

 

1.    Meningkatkan kemampuan manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan

Tidak semua orang bisa menjadi manajer yang baik. Satu cara untuk bisa melihat baik atau tidaknya seorang manajer adalah kemampuannya dalam berkomunikasi dengan timnya. Akan jauh lebih baik apabila manajer bisa mengecek progres kinerja timnya minimal setiap minggu. Manajer bisa memulai proses ini dengan bertanya kepada karyawannya, “Ada yang bisa saya bantu?”

 

2.    Mengubah performance review atau penilaian kinerja yang tadinya tahunan menjadi setiap kuartal

Penilaian kinerja tahunan tidak efektif karena akan sulit untuk mengingat apa yang dikerjakan seorang karyawan di awal  atau pertengahan tahun. Sebagian besar manajer juga akan mengalami kesulitan untuk bisa memberikan masukan dan penilaian yang bermanfaat terhadap timnya berdasarkan kinerja dalam satu tahun. Pada akhirnya manajer hanya mengira-ngira masukan dan penilaian yang diberikan untuk karyawannya, yang membuat hasilnya tidak akurat dan kurang bermanfaat.

Meningkatkan frekuensi penilaian kinerja karyawan akan bermanfaat bagi karyawan, manajer, dan juga perusahaan secara menyeluruh. Penilaian kinerja setiap kuartal memungkinkan manajer agar bisa mengatasi masalah kinerja dengan cepat dan juga  bisa menyusun rencana untuk membantu karyawan bekerja lebih efektif dan produktif. Penilaian kinerja per kuartal juga memberi manajer lebih banyak kesempatan untuk memastikan praktik kerja yang baik di dalam timnya.

Semakin sering manajer memberi masukan dan penilaian kepada karyawannya, semakin besar kemungkinan untuk karyawan tersebut bekerja lebih baik seiring waktu. Ditambah lagi, hal ini akan membuat karyawan tetap fokus terhadap tujuan mereka sepanjang tahun. Ketika karyawan mengetahui progres kinerjanya sendiri dan bagaimana kinerja mereka memberi kontribusi terhadap perusahaan secara menyeluruh, ini akan memberikan mereka motivasi yang lebih dalam bekerja.

 

3.    Penggunaan feedback dari rekan kerja sebagai referensi tambahan untuk manajer

Adanya masukan dan penilaian dari rekan kerja satu tim dan juga bawahan sebagai referensi tambahan untuk manajer akan memberi gambaran lebih baik untuk manajer mengenai kelebihan dan kekurangan karyawan. Lalu ini akan membantu manajer untuk menyusun program training dan pengembangan yang lebih akurat untuk timnya.

Tentunya, untuk menjamin keadilan dan menghindari politik dalam perusahaan, akan jauh lebih baik apabila masukan dan penilaian dari rekan kerja bersifat anonim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN
id_IDID en_USEN